Integrasi Kemampuan PESTEL Analisis dalam Manajemen Risiko Kepatuhan Pajak pada Organisasi Multikultural : Studi Persepsi Mahasiswa Akuntansi dan Manajemen Universitas Universal
Keywords:
Analisis PESTEL, Manajemen Risiko, Kepatuhan Pajak, Organisasi Multikultural.Abstract
Penelitian ini menguji pengaruh integrasi kemampuan analisis PESTEL (Political, Economic, Social, Technological, Environmental, Legal) dan manajemen risiko dalam mengelola kepatuhan pajak pada lingkungan organisasi multikultural. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data penelitian dihimpun melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa aktif di Universitas Universal, Batam, yang dipilih karena memiliki ekosistem akademik dengan tingkat keberagaman budaya yang tinggi. Pengujian data secara statistik dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda untuk mengukur kontribusi masing-masing variabel secara parsial maupun simultan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan analisis PESTEL secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepatuhan pajak ($p > 0,05$). Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pemahaman makroeksternal yang bersifat teoritis belum mampu menjadi pendorong utama bagi individu untuk bersikap patuh terhadap regulasi perpajakan. Sebaliknya, variabel manajemen risiko terbukti menjadi faktor dominan yang berpengaruh positif dan signifikan secara parsial ($p < 0,05$). Hal ini menegaskan bahwa keberadaan sistem kontrol internal serta prosedur mitigasi risiko yang konkret jauh lebih efektif dalam mengawal tingkat kepatuhan fiskal organisasi. Namun, ketika diuji secara bersamaan, analisis PESTEL dan manajemen risiko menunjukkan pengaruh simultan yang signifikan terhadap kepatuhan pajak ($F = 22,2958; p = 0,0000$) dengan nilai koefisien determinasi sebesar 30,08%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan tata kelola risiko internal yang taktis merupakan instrumen utama dalam menjaga stabilitas kepatuhan pajak di tengah kompleksitas budaya lintas negara. Oleh karena itu, institusi pendidikan tinggi disarankan untuk menyelaraskan kurikulum agar tidak hanya berfokus pada pengajaran teori lingkungan makro, melainkan juga memperkuat literasi praktis mengenai manajemen risiko pajak guna menyiapkan lulusan yang adaptif di era globalisasi.

